Sabtu, 14 April 2012

Pedoman Teknis Pengintegrasian Materi Nasionalisme Melalui Jalur Pendidikan


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang       

Dalam upaya menumbuhkembangkan nilai-nilai dan semangat nasionalisme melalui jalur pendidikan salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui pengintegrasian materi nasionalisme dalam mata pelajaran di satuan pendidikan SMA/MA/SMK. Strategi ini dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas, kesesuaian, kesinambungan serta memperhatikan tingkat perkembangan usia peserta didik.

Pengintegrasian materi nasionalisme ke dalam mata pelajaran dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip pendidikan nilai yang menekankan pada pencapaian aspek afektif, psikomotorik dan kognitif secara seimbang sesuai dengan jenjang pendidikan dan perkembangan mental maupun fisik peserta didik. Kandungan pendidikan nilai pada materi yang diintegrasikan tersebut selain mencakup  lima elemen materi nasionalisme ini juga dapat diperkaya dengan nilai-nilai lainnya seperti kecerdasan emosional, spiritual dan sosial serta khasanah budaya dan kearifan lokal  yang melengkapi substansi pendidikan karakter bagi peserta didik. Oleh karena itu, dalam implementasinya materi pengintegrasian tersebut  bergantung pada kemampuan dan kreativitas pendidik dalam mengembangkannya.

Pedoman Teknis ini disusun dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMA/MA/SMK dengan harapan pengintegrasian materi nasionalisme ini tidak akan mengurangi target pencapaian standar isi pada masing-masing jenjang pendidikan, melainkan memperkuat dan memberikan warna yang lebih dinamis dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada satuan pendidikan.

Buku pedoman teknis ini  diharapkan dapat  dijadikan sebagai acuan bagi para guru di satuan pendidikan SMA/MA/SMK dalam mengintegrasikan materi nasionalisme pada mata pelajaran dan mengembangkannya secara dinamis dengan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga mampu mendorong kecintaan peserta didik terhadap bangsa dan negara melalui cara-cara yang persuasif dan edukatif.

B.   Dasar Hukum

Dasar hukum pedoman pembinaan nasionalisme melalui jalur pendidikan ini adalah sebagai berikut.
1.    Ketetapan MPR-RI Nomor IV Tahun 1973 tentang Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.
2.    Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pada pasal 27 dan pasal 30.
3.    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
4.    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
5.    Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
6.    Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1982 tentang Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda.
7.    Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah.
8.    Pedoman Umum Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan di Jawa Tengah.

C.   Maksud dan Tujuan         
a.   Maksud
Maksud pedoman teknis ini adalah untuk memberikan acuan bagi pendidik sebagai upaya pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme dalam mata pelajaran yang terkait pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK.

b.   Tujuan
Tujuan pedoman teknis ini memberikan rambu – rambu bagi pendidik dalam pelaksanaan pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme ke dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran terkait pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK.
    
D.  Sasaran
Sasaran pedoman teknis ini adalah pendidik Satuan Pendidikan pada SMA/MA/SMK.

E.   Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman teknis ini mencakup pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme pada standar kompetensi dan kompetensi dasar pada mata pelajaran SMA/MA/SMK meliputi Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, Geografi,  Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Pendidikan Agama.

F.  Sistimatika Pedoman Teknis
Sistimatika pedoman teknis ini adalah sebagai berikut.
Bab I merupakan pendahuluan yang memuat tentang latar belakang, dasar hukum, maksud dan tujuan, sasaran, ruang lingkup dan sistimatika.
Bab II memuat tentang pengintegrasian materi nasionalisme yang didalamya mencakup ruang lingkup materi, prinsip-prinsip pengintegrasian materi pembinaan nasionalisme melalui jalur pendidikan dan alur pengintegrasian materi nasionalisme.
Bab III menjabarkan tentang pelaksanaan pembelajaran yang di dalamnya mencakup perencanaan, pemilihan materi  dan metode, media, proses pembelajaran, dan evaluasi.
Bab IV mengutarakan tentang penekanan keberhasilan pembinaan nasionalisme dan kunci keberhasilan atas program tersebut.




BAB II
PENGINTEGRASIAN MATERI PEMBINAAN NASIONALISME

A.   Ruang Lingkup Materi

Ruang lingkup materi Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan yang diintegrasikan pada mata pelajaran yang relevan sebagai berikut.
       1.    Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
a.       Kesadaran sebagai bangsa Indonesia.
b.       Cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia.
c.       Hak dan kewajiban sebagai warga negara.
d.       Hakikat negara Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
e.       Harkat, martabat, dan derajat bangsa Indonesia.
f.        Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
g.       Kebhineka tunggal ikaan bangsa dan kebudayaan Indonesia.
h.       Sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta
i.         Simbol-simbol negara (Lambang Negara Garuda Pancasila, Bendera Kebangsaan Indonesia Sang Saka Merah Putih, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia, serta Lembaga - Lembaga Negara)

       2.     Kecintaan Terhadap Tanah Air
             a.           Lagu-lagu perjuangan dan/ atau lagu yang bertemakan nasionalisme.
            b.           Menjaga dan merawat  lingkungan.
             c.           Kebanggaan atas potensi sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia serta berupaya merawat, mengolah, dan menjaganya.
            d.           Menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa melalui prestasi baik di sekolah maupun di masyarakat, serta
            e.           Ikut serta menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.

     3.        Keyakinan pada Pancasila Sebagai Ideologi, Dasar, dan Falsafah Negara
a.      Pancasila sebagai pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi negara.
b.      Lagu kebangsaan Indonesia Raya.
c.       Hari-hari besar agama dan nasional.
d.      Nilai-nilai kepahlawanan.
e.      UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

   4.         Kerelaan Berkorban untuk Bangsa dan Negara
a.       Kesetiakawanan sosial dan solidaritas nasional.
b.       Kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab.
c.       Pola hidup sederhana.
d.       Menjaga fasilitas umum dan milik negara. 
e.       Menghormati kepentingan umum.

   5.        Kemampuan Awal Bela Negara
a.        Hidup bersih dan sehat
b.        Kesamaptaan jasmani
c.        Kedisiplinan dan ketertiban
d.        Keuletan, tahan uji, dan pantang menyerah.
e.        Rajin belajar dan giat bekerja.



B.   Prinsip-Prinsip Pengintegrasian Materi Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan

Prinsip-prinsip pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK sebagai berikut:
1.         Kesesuaian
Materi Pembinaan Nasionalisme yang akan diintegrasikan dalam mata pelajaran harus memiliki kesesuaian dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
2.         Kongkrit
Peserta didik dapat dilatih membuat hubungan sebab-akibat jika dapat dilihat secara langsung, dapat berinteraksi dengan benda-benda, bermain, dan melakukan eksplorasi agar mereka memperoleh pengalaman langsung.
3.         Proporsional
Pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme dilakukan secara proporsional tanpa mengabaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
4.         Sesuai dengan tingkat perkembangan
Pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik, baik usia maupun dengan kebutuhan individual anak. Oleh karena itu, pembelajaran peserta didik disesuaikan baik lingkup maupun tingkat kesulitannya.
5.         Terpadu
Pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme dilakukan secara terpadu dengan tema dan materi pelajaran yang relevan.

6.         Kontekstual dan multikonteks
Pembelajaran peserta didik harus kontekstual dan menggunakan banyak konteks. Apa yang dipelajari peserta didik adalah persoalan nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai fenomena yang ada di sekitar peserta didik, kejadian, dan isu-isu yang menarik dapat diangkat sebagai tema persoalan belajar.


C.   Alur Pengintegrasian
Alur pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK mencakupi:
1.    Identifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran terkait.
2.    Menetapkan materi nasionalisme yang akan diintegrasikan pada tema atau mata pelajaran terkait.
3.    Memilih strategi dan metode yang sesuai dengan materi Pembinaan Nasionalisme.
4.    Memilih evaluasi yang sesuai dengan materi Pembinaan Nasionalisme.
5.    Melakukan review/evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran Pembinaan Nasionalisme.






BAB  III
STRATEGI PEMBELAJARAN

A.    Perencanaan
Pengembangan rencana pembelajaran dapat diwujudkan pada saat penyusunan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengembangan indikator pencapaian hasil belajar, pengembangan materi, pengembangan sistem penilaian, serta penyusunan silabus dan rencana pembelajaran.

B.    Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara terpadu, sesuai rancangan pembelajaran. Pembelajaran materi Pembinaan Nasionalisme hendaknya lebih ditekankan pada implementasi nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia dan jenjang pendidikan peserta didik.

C.     Proses Penilaian Hasil Pembelajaran
Penilaian pembelajaran dilakukan melalui penilaian proses dan hasil belajar. Penilaian proses dapat dilakukan melalui pengamatan guru terhadap aktivitas belajar, sikap dan perilaku  peserta didik. Sedangkan penilaian hasil belajar dapat dilakukan melalui penilaian atas penugasan guru maupun penilaian belajar reguler. Penilaian dilakukan pada pengintegrasian materi nasionalisme maupun pada materi belajar yang lebih luas.





BAB   IV
PENUTUP

Pola pengintegrasian materi nasionalisme dalam mata pelajaran di satuan pendidikan SMA/MA/SMK merupakan salah satu strategi pembinaan nasionalisme melalui jalur pendidikan. Strategi ini dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia dan jenjang pendidikan peserta didik.

Dalam implementasinya pengintegrasian materi nasionalisme dalam mata pelajaran di satuan pendidikan SMA/MA/SMK bergantung pada kemampuan dan kreativitas guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga mampu mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.

Efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan pengintegrasian materi nasionalisme melalui jalur pendidikan juga bergantung pada kepedulian dan dukungan  Pemerintah, Pemerintah Daerah serta  Orang Tua dan Masyarakat dalam ikut menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan keteladanan  bagi  peserta didik di luar lingkungan sekolah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar